Kebab Daging Ikan Tongkol, Inovasi Anti Mainstream

Umumnya, daging untuk kebab adalah daging domba atau sapi. Namun seiring dengan perkembangan zaman  dan karakter manusia yang gemar berinovasi, domba dan sapi tidak lagi memonopoli dunia kebab. Muncullah opsi-opsi baru sebagai bahan inti kebab, seperti kebab daging ikan.
Boleh dikata, kebab daging ikan ini anti mainstream. Entah siapa produsen pertama kebab daging ikan, yang jelas tim mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor pernah membuat inovasi makanan kebab berbasis ikan. Ikan yang digunakan adalah sumber daya lokal, jenis ikan tongkol (Euthynnus affinis). Tim yang dipimpin Larasati Anggraeni dan empat rekannya (Suci Ariyanti, Lutfhan Hadhi P, Haruni Aini, dan Muhammad Rifqi melakukan esperimen kuliner dengan tujuan memanfaatkan potensi dan meningkatkan nilai jual ikan tongkol menjadi makanan cepat saji yang bergizi. Diharapkan, kebab daging ikan yang mereka buat dapat diterima para pelaku pasar, menarik minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan dan bisa menjadi sumber protein hewani alternatif yang  lebih sehat dan ekonomis.
Mengapa dipilih ikan tongkol untuk dijadikan daging kebab? Menurut penjelasan Larasati, ikan tongkol memiliki rendah kolesterol, rendah lemak, dan kaya omega 3 (EPA dan DHA) yang sangat bermanfaat untuk otak, jantung, juga retina mata. Ikan tongkol juga memiliki kandungan beruoa magnesium untuk d\yang diperlukan tulang dan otot, zat besi untuk pembentukan hemoglobin, dan juga yodium untuk mencegah timbulnya masalah pada kelenjar gondok.
Menurut kalkulasi, kebab daging ikan memiliki harga jual lebih ekonomis dibandingkan dengan kebab daging sapi, kambing, domba, dan ayam. Jadi, kalau anda ingin berhemat sekaligus sehat, kebab daging ikan tongkol layak masuk dalam daftar pilihan menu bulanan anda.

Komentar